Mat Pattern Concrete

Pattern concrete sekarang lebih populer dibanding sebelumnya, meski tekniknya berasal dari Pantai Barat pada tahun 1950-an. Mengapa stiker dekoratif sekarang semua kemarahan? Salah satu alasan utamanya adalah tersedianya tikar beton yang lebih baik dan alat texturing beton yang menghasilkan hasil yang sangat realistis. Banyak orang tidak bisa membedakan antara beton bertulang dan bahan paving pricier seperti batu alam, batu tulis, atau batu bata.

Jika Anda membolak-balik halaman buku sejarah beton dekoratif, mungkin Anda akan menemukan foto lama mat pattern concrete. Mat pattern concrete ini terbuat dari aluminium cor dan menyerupai pemotong kue raksasa dengan pegangan terpasang. Meskipun alat awal ini bagus untuk mencetak pola batu bata atau batu dasar di beton segar, namun tekstur tersebut tidak memberikan tekstur sehingga hasilnya tampak tidak realistis jika dibandingkan dengan apa yang dapat Anda capai hari ini. Sekarang, kebanyakan mat pattern concrete, terbuat dari poliuretan tahan lama dan dicetak dari bahan nyata yang mereka tiru, menghasilkan efek tekstur yang memukau.

Pattern concrete diproduksi dalam ratusan pola berbeda yang meniru kualitas estetika batu alam dan bahan lainnya. Mat pattern concrete meliputi brick, slate, flagstone, cobblestone, fieldstone, fan stone dan masih banyak lagi. Mat pattern concrete umumnya dibuat menyerupai batu namun perangko karet ini juga bisa dibuat menyerupai wood, rock salt finishes, broom finishes, fossils, atau leaves.

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi, Watumas Pattern Concrete.